Voluntree

Voluntree

Jumat, 10 September 2010

PENGERTIAN YOUTH CENTRE PMI

Youth centre PMI adalah suatu pendekatan dalam pembinaan dan
pengembangan PMR, dengan menjadikan markas cabang sebagai pusat
pembinaan dan pengembangan PMR sekaligus pemberdayaan relawan
(KSR dan TSR) PMI.

Menjadi pusat pembinaan dan pengembangan PMR bukan berarti seluruh
kegiatan dilakukan di dan oleh markas cabang. Unit-unit PMR tetap dapat
melakukan kegiatan di lingkungan masing-masing sesuai dengan program
kerja unit PMR, namun akan lebih terkoordinir dan terpantau oleh
markas cabang.

Pembinaan dan pengembangan PMR:

Pembinaan dan pengembangan PMR dilakukan oleh dan di markas
cabang.

Pembinaan dan pengembangan PMR dilakukan oleh dan di unit PMR
sekolah/luar sekolah, dengan pemantauan, koordinasi, dan fasilitasi
markas cabang

Markas cabang memiliki peran utama dalam menjalankan youth
centre PMI. Bidang PMR-Relawan markas cabang inilah yang akan
melaksanakan pendekatan Youth Centre PMI, dengan dibantu oleh
relawan PMI, dan berintegrasi dengan seluruh komponen markas
cabang.

C. TUJUAN

Meningkatkan peran markas cabang sebagai pusat pembinaan dan
pengembangan PMR, serta pemberdayaan relawan PMI untuk mendukung
pembinaan dan pengembangan PMR secara berkelanjutan.

D. MANFAAT

1. Mengakomodir kebutuhan pembinaan dan pengembangan
PMR

Pendekatan youth centre yang bersahabat, sinergis, dinamis, dan
berbasis pengembangan karakter kepalangmerahan, dapat
memastikan bahwa lebih banyak unit PMR yang terlibat dalam proses
pengambilan keputusan, dan setiap tahap pembinaan dan
pengembangan akan sesuai dengan kebutuhan dan berintegrasi antar
program.

Dengan memadukan unsur informasi, pelayanan, edutainment
(kegiatan belajar yang mengandung unsur hiburan) dan
pendampingan oleh relawan PMI, anggota PMR akan merasakan
peranan langsung markas cabang.

2. Pemberdayaan relawan PMI dalam pembinaan dan
pengembangan PMR

Keterlibatan relawan PMI sejak dalam proses perencanaan,
pelaksanaan, pemantauan, dan evaluasi pembinaan dan
pengembangan PMR merupakan salah satu strategi penguatan peran
relawan dalam peningkatan kapasitas organisasi PMI, serta
pembinaan dan pengembangan PMR dan Relawan yang
berkelanjutan.Keterlibatan relawan tidak perlu menunggu atau
dipanggil saat bencana maupun kasus kesehatan terjadi, namun
dapat dilakukan setiap saat melalui pembinaan dan pengembangan
PMR.

Keterlibatan relawan dalam pembinaan dan pengembangan PMR
akan berdampak pada peningkatan kapasitas relawan dalam hal
kepemimpinan, komunikasi, memfasilitasi yang nantinya akan
digunakan saat mengembangkan program-program berbasis
masyarakat.

3. Penguatan jejaring, kerja sama, dan advokasi

Pembinaan dan pengembangan PMR pada markas cabang, merupakah
salah satu cara untuk membangun jejaring dan kerja sama antara staf
cabang, anggota PMR, relawan, dengan pihak-pihak lain yang terkait.
Jejaring dan kerja sama yang dapat dilakukan mencakup kedua pihak
yakni pihak internal markas cabang dan pihak eksternal. Jejaring dan
kerja sama dengan pihak internal markas cabang mencakup bidang
penanganan bencana, kesehatan, relawan, komunikasi, dan
organisasi. Sedangkan dengan pihak eksternal melibatkan orang tua,
sekolah, dinas pendidikan, departemen agama, dinas kesehatan, dan
pihak-pihak pemerintah, swasta, maupun individu yang terkait
dengan remaja.

Pembinaan dan pengembangan PMR dalam markas cabang dapat
digunakan sebagai alat advokasi, karena dapat menjadi model
mengenai bagaimana PMI mendukung pembentukan karakter positif
remaja melalui kegiatan Palang Merah Remaja, baik di sekolah dan
luar sekolah.

Jejaring, kerja sama, dan advokasi tentunya akan memudahkan
markas cabang dalam memfasilitasi proses pembinaan dan
pengembangan PMR, dan saling mendukung dengan program-program
pengembangan remaja pihak lain.

E. METODE

Pemilihan metode dalam menerapkan pendekatan youth centre PMI
perlu menyesuaikan karakter remaja dan mengarah kepada
pembentukan karakter kepalangmerahan. Beberapa metode yang dapat
diterapkan:

1. Fun learning (proses belajar yang menyenangkan)

Proses belajar dan kegiatan yang diilhami dari kehidupan riil yang
dihayati dengan penuh kegembiraan akan membantu anggota PMR
menikmati kegiatan dan membangun imaji tentang apa dan
bagaimana seharusnya menjadi seorang anggota PMR.

2. Learning by doing/learning by practice (proses belajar
dengan cara mempraktekkan)

Untuk menjadi lebih paham dan menjadi mengerti, anggota PMR
hanya perlu difasilitasi dalam mempelajari sesuatu. Biarkan mereka
yang merencanakan, melaksanakan, dan mengevaluasi hasil kerja
mereka.

3. Jejaring

Jejaring mencakup 2 hal,
a.Membangun hubungan antar institusi atau perorangan untuk
memudahkan dalam memfasilitasi proses pembinaan dan
pengembangan PMR, dan mengembangkan kerja sama.

b.Mengaitkan setiap topik, tema, media KIE (Komunikasi, Informasi,
Edukasi), materi, kompetensi, atau program PMI sehingga
perencanaan dan pelaksanaan kegiatan akan berintegrasi.

4. Pendidikan Remaja Sebaya (PRS)

Mengarahkan PMR Mula sebagai peer leadership (contoh bagi sebaya),
PMR Madya sebagai peer support (memberikan dukungan sebaya), dan
PMR Wira sebagai peer educator (pendidik sebaya), dengan
pendekatan sebaya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar